Selasa, 22 November 2011

share education "about resensation novel"


the Following in this my resensation novel :

A. Judul Resensi: Makna Di balik sebuah Desa.

B.Identitas Novel

Judul Novel: Seminggu di Desa itu.
Pengarang: Fitri Rahmawati
Penerbit: PT.Senama Sejahtera Utama.
Kota Terbit: Pulogebang,Jakarta Timur.
Tahun Terbit: 2009.
Tebal Halaman : 68 halaman.
Ilusrtasi Gambar:


Harga: _

C.Sinopsis:

Fifi seorang gadis yang duduk di bangku kelas 2 SMP ini,adalah gadis yang sangat manja,egois,sombong, dan suka membantah.tetapi di sekolahnya ia selalu masuk peringkat  3 besar,ketika libur akhir sekolah,ibunya menyuruh agar ia mau berlibur ke Wonogiri di rumah Bulik dan Neneknya,karena ibu dan ayah Fifi akan pergi ke Bandung melihat keadaan kakaknya Fifi yang terbaring di rumah sakit.Sebernanya Fifi sangat tidak suka dengan keadaan di desa itu yang sepi,jauh dari keramaian dan ia juga takut jika tinggal seminggu di desa itu  ia tidak bisa lagi pergi ke moll,nonton di bioskop bersama teman-temannya namun apa boleh buat ia tidak punya pilihan lain lagi jam 7 pagi bibinya sudah menjemputnya untuk pergi ke Wonigiri dan ia pun berangkat dengan berat hati tetapi sebelum ia pergi ayah dan ibunya berpesan agar ia di sana tidak lupa sholat dan tidak merepotkan bulik dan nenknya.Sesampainya di sana ia masih malas dan ia langsung tidur karena kelelahan setelah bebrapa saat kemudian buliknya membangunkannya untuk shalat ashar,dan ia harus menimba dulu di sumur untuk mendapatkan air untuk wudhunya tiba-tiba datang seorang perempuan bernama Rani membantunya menimba air.
Keesokan harinya Rani bermain ke rumah buliknya Fifi itu dan mereka berdua langsung akrab,Rani mengajak Fifi jalan-jalan melihat pemandangan alam,hingga akhirnya Fifi pun sadar akan keindahan alam di Desa itu dan ia pun belajar berbagai hal Desa itu terutama belajar dari temannya Rani.Salah satu pelajaran itu diantaranya :
1.1. Harus Mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah Karena karunia dan     ciptaannya begitu menakjubkan.
2.2. Menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna itu sangat di benci oleh Allah.
3.3. Mengormati orang tua itu adalah kewajiban bagi setiap anak.
4.4. Menutup aurat juga adalah kewajiban bagi setiap perempuan.Allah sangat membenci orang yang sombong.
5.5. Jangan terlena dengan kehidupan duniawi.
Dari sinilah Fifi mulai menyadari semuanya,terutama ia sadar bahwa dirinya telah terlenakan oleh kehidupan di kota-kota besar,Fifipun berniat dalam hatinya bahwa ia ingin menjadi anak yang lebih baik,tidak menghambur-hamburkan uang lagi,tidak akan melaksanakan sesuatu dengan terpaksa lagi,dan ia pun bertekad akan mengenakan jilbab ke sekolahnya.
Tidak terasa seminggu sudah berlalu,pagi-pagi sekali ayahnya sudah menjemput Fifi sesampainya di rumah ia menceritakan semua pengalaman dan pelajaran yang ia dapat di desa itu Ayah dan Ibunya bahagia mendengar Fifi ingin berubah menjadi anak yang lebih baik mereka bersyukur karena seminggu di Desa itu membawa perubahan yang baik untuk anaknya.
Ketika Fifi di sekolah semua teman-temannya kaget melihat Fifi berjilbab dan berkata “Hah Fifi berjilbab”.

D.Unsur-unsur sastra
DI. 
A. Unsur Instrinsik
 
a. Tema: Desa membawa perubahan.
b. Alur: Maju
c. Tokoh  dan perwatakan:
Fifi berwatak  Manja,egois,suka membantah,tetapi setelah  berlibur ke desa itu Fifi menjadi anak yang baik,shaleh dan suka membantu orang tuanya.
Bulik Dewi berwatak baik hati,suka menasehati.
Rani berwatak baik,mengajarkan Fifi pada kebaikan dengan mengambil hikmah dari semua pemandangan yang ada di desa itu.
Ibu dan Ayah Rani berwatak baik dan penyabar.
d. Amanat
Kita sebagai anak jangan pernah membatah kepada orang tua,jangan menhambur-hamburkan uang dengan sesuatu hal yang tidak bermanfaat,jangan menganggap sesuatu hal itu buruk sebelum kita mengetahuinya karena di balik itu semua terdapat hikmah dan pelajaran tang dapat kita ambil.
e. Sudut pandang : Pengarang sebagai orang ketiga yang mengetahuhi jalan cerita.
f. Gaya Bahasa: Majas Hiperbola(di lebih-lebihkan)misalnya dalam novel tersebut ada kalimat : “Ah Aku benci makan bayam kayak popeye saja”
Majas Personifikasi(benda mati seolah-olah hidup) kalimatnya “Hebusan angin segar berbisik di telingaku seolah olah menyampaikan pesan agar bersyukur atas karuniamu”.
g. Setting/Latar :
waktu : Pada suatu hari
Tempat: Di sebuah rumah yang memiliki keluarga yang lengkap.
Suasana: kegelisahan hati dan juga ketentraman di sebuah Desa.

B. Unsur Ektrinsik
 
Agama: Islam
Budaya : Religius sangat di erat dengan keagamaan.
Bahasa: Campuran antara Indonesia dan Jawa.
Politik:  _
Ekonomi: Keluarga yang ekonominya cukup bahkan lebih dari mencukupi.
 
f. Penilaian

a.Keunggulan: Novel ini sangat mendidik terutama untuk para remaja seperti kita ini,isinya yang menceritakan membangun akhlak mulia dan membangun karakter diri yang islami,bahasa yang di gunakan juga sederhana sehingga mudah di mengerti.
b.Kelemahan : Karena terlalu banyak menggunakan kata ketika jadi menurut saya terlalu monoton.

g.Penutup

a.Simpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita pelajari dari novel ini adalah kita jangan terlenakan oleh kehidupan duniawi terutama kehidupan di kota-kota besar,syukuri segala nikmat yang telah di berikan oleh Allah Swt,dan ambilah hikmah dari semua kehdupan yang kita jalani.
b. Saran
Bacalah buku ini karena Buku ini sangat bermanfaat bagi kita hikmah atau pelajaranya sangat bagus dan bermanfaat,inti dari cerita ini juga sangat cocok di baca terutama bagi kita kaum remaja yang ingin membangun karakter diri dan ahlak mulia.

1 komentar: