the Following in this my resensation novel :
A. Judul Resensi: Makna Di balik sebuah Desa.
B.Identitas Novel
➢Judul Novel: Seminggu di Desa itu.
➢Pengarang: Fitri Rahmawati
➢Penerbit: PT.Senama Sejahtera Utama.
➢Kota Terbit: Pulogebang,Jakarta Timur.
➢Tahun Terbit: 2009.
➢Tebal Halaman : 68 halaman.
➢Ilusrtasi Gambar:
➢ Harga: _
C.Sinopsis:
Fifi seorang gadis yang duduk di bangku kelas 2
SMP ini,adalah gadis yang sangat manja,egois,sombong, dan suka membantah.tetapi
di sekolahnya ia selalu masuk peringkat
3 besar,ketika libur akhir sekolah,ibunya menyuruh agar ia mau berlibur
ke Wonogiri di rumah Bulik dan Neneknya,karena ibu dan ayah Fifi akan pergi ke
Bandung melihat keadaan kakaknya Fifi yang terbaring di rumah sakit.Sebernanya
Fifi sangat tidak suka dengan keadaan di desa itu yang sepi,jauh dari keramaian
dan ia juga takut jika tinggal seminggu di desa itu ia tidak bisa lagi pergi ke moll,nonton di
bioskop bersama teman-temannya namun apa boleh buat ia tidak punya pilihan lain
lagi jam 7 pagi bibinya sudah menjemputnya untuk pergi ke Wonigiri dan ia pun
berangkat dengan berat hati tetapi sebelum ia pergi ayah dan ibunya berpesan
agar ia di sana tidak lupa sholat dan tidak merepotkan bulik dan
nenknya.Sesampainya di sana ia masih malas dan ia langsung tidur karena
kelelahan setelah bebrapa saat kemudian buliknya membangunkannya untuk shalat
ashar,dan ia harus menimba dulu di sumur untuk mendapatkan air untuk wudhunya
tiba-tiba datang seorang perempuan bernama Rani membantunya menimba air.
Keesokan harinya Rani bermain ke rumah buliknya
Fifi itu dan mereka berdua langsung akrab,Rani mengajak Fifi jalan-jalan
melihat pemandangan alam,hingga akhirnya Fifi pun sadar akan keindahan alam di
Desa itu dan ia pun belajar berbagai hal Desa itu terutama belajar dari
temannya Rani.Salah satu pelajaran itu diantaranya :
1.1. Harus Mensyukuri nikmat yang telah di berikan Allah Karena
karunia dan ciptaannya begitu
menakjubkan.
2.2. Menghamburkan uang untuk hal yang tidak berguna itu sangat di
benci oleh Allah.
3.3. Mengormati orang tua itu adalah kewajiban bagi setiap anak.
4.4. Menutup aurat juga adalah kewajiban bagi setiap perempuan.Allah
sangat membenci orang yang sombong.
5.5. Jangan terlena dengan kehidupan duniawi.
Dari sinilah Fifi mulai menyadari
semuanya,terutama ia sadar bahwa dirinya telah terlenakan oleh kehidupan di
kota-kota besar,Fifipun berniat dalam hatinya bahwa ia ingin menjadi anak yang
lebih baik,tidak menghambur-hamburkan uang lagi,tidak akan melaksanakan sesuatu
dengan terpaksa lagi,dan ia pun bertekad akan mengenakan jilbab ke sekolahnya.
Tidak terasa seminggu sudah berlalu,pagi-pagi
sekali ayahnya sudah menjemput Fifi sesampainya di rumah ia menceritakan semua
pengalaman dan pelajaran yang ia dapat di desa itu Ayah dan Ibunya bahagia
mendengar Fifi ingin berubah menjadi anak yang lebih baik mereka bersyukur
karena seminggu di Desa itu membawa perubahan yang baik untuk anaknya.
Ketika Fifi di sekolah semua teman-temannya kaget
melihat Fifi berjilbab dan berkata “Hah Fifi berjilbab”.
D.Unsur-unsur sastra
DI.
•A. Unsur Instrinsik
•
•a. Tema: Desa membawa perubahan.
•b. Alur: Maju
•c. Tokoh dan perwatakan:
•Fifi berwatak
Manja,egois,suka membantah,tetapi setelah berlibur ke desa itu Fifi menjadi anak yang
baik,shaleh dan suka membantu orang tuanya.
•Bulik Dewi berwatak baik hati,suka menasehati.
•Rani berwatak baik,mengajarkan Fifi pada kebaikan dengan mengambil
hikmah dari semua pemandangan yang ada di desa itu.
•Ibu dan Ayah Rani berwatak baik dan penyabar.
•d. Amanat
•Kita sebagai anak jangan pernah membatah kepada orang tua,jangan
menhambur-hamburkan uang dengan sesuatu hal yang tidak bermanfaat,jangan
menganggap sesuatu hal itu buruk sebelum kita mengetahuinya karena di balik itu
semua terdapat hikmah dan pelajaran tang dapat kita ambil.
•e. Sudut pandang : Pengarang sebagai orang ketiga yang mengetahuhi
jalan cerita.
•f. Gaya Bahasa: Majas Hiperbola(di lebih-lebihkan)misalnya dalam
novel tersebut ada kalimat : “Ah Aku benci makan bayam kayak popeye saja”
•Majas Personifikasi(benda mati seolah-olah hidup) kalimatnya
“Hebusan angin segar berbisik di telingaku seolah olah menyampaikan pesan agar
bersyukur atas karuniamu”.
•g. Setting/Latar :
•waktu : Pada suatu hari
•Tempat: Di sebuah rumah yang memiliki keluarga yang lengkap.
•Suasana: kegelisahan hati dan juga ketentraman di sebuah Desa.
•B. Unsur Ektrinsik
•
•Agama: Islam
•Budaya : Religius sangat di erat dengan keagamaan.
•Bahasa: Campuran antara Indonesia dan Jawa.
•Politik: _
•Ekonomi: Keluarga yang ekonominya cukup bahkan lebih dari mencukupi.
•
f. Penilaian
a.Keunggulan: Novel ini sangat mendidik terutama
untuk para remaja seperti kita ini,isinya yang menceritakan membangun akhlak
mulia dan membangun karakter diri yang islami,bahasa yang di gunakan juga
sederhana sehingga mudah di mengerti.
b.Kelemahan : Karena terlalu banyak menggunakan
kata ketika jadi menurut saya terlalu monoton.
g.Penutup
a.Simpulan
Jadi kesimpulan yang dapat kita pelajari dari
novel ini adalah kita jangan terlenakan oleh kehidupan duniawi terutama
kehidupan di kota-kota besar,syukuri segala nikmat yang telah di berikan oleh
Allah Swt,dan ambilah hikmah dari semua kehdupan yang kita jalani.
b. Saran
Bacalah buku ini karena Buku ini sangat bermanfaat
bagi kita hikmah atau pelajaranya sangat bagus dan bermanfaat,inti dari cerita
ini juga sangat cocok di baca terutama bagi kita kaum remaja yang ingin
membangun karakter diri dan ahlak mulia.
Gaada konflik, klimaks, anti klimaks?
BalasHapus